Rabu, 17 Oktober 2012

5 PENEGAK HUKUM TERSANDUNG KORUPSI

Jakarta Jauh-jauhlah dari narkoba! Barang haram ini secara nyata terbukti menghancurkan pemakainya. Narkoba bisa membuat seseorang menjadi ketergantungan. Bahkan karier seseorang bisa tamat gara-gara narkoba.

Narkoba bisa 'mempesona' siapa saja. Efek menyenangkan di awal pemakaian narkoba 
membuat seseorang mencoba, lalu ketergantungan. Kalangan artis, masyarakat umum, bahkan penegak hukum yang seharusnya menegakkan hukum dan memberi contoh yang baik kepada publik bisa tersangkut barang haram ini.

Berikut ini 5 penegak hukum yang tersandung kasus narkoba seperti dikutip detikcom dari 
berbagai sumber:
Read More ->>

Rabu, 10 Oktober 2012

Mengenal Rocket

Kalian pasti sudah pernah mendengar tentang roket kan? Yup, astronot pergi ke bulan menggunakan roket, satelit diluncurkan menggunakan roket, ketika perang roket diluncurkan sebagai senjata. Nah, apa sih sebetulnya yang disebut roket? Yuk kita cari tau…

Roket merupakan wahana luar angkasa, peluru kendali, atau kendaraan terbang yang menghasilkan dorongan melalui reaksi pembakaran dari mesin roket. Dorongan ini terjadi karena reaksi cepat pembakaran/ledakan dari satu atau lebih bahan bakar yang dibawa dalam roket. Seringkali definisi roket digunakan untuk merujuk kepada mesin roket. Roket pertama kali dibuat di China pada abad 13. Semula roket hanya digunakan untuk meluncurkan kembang api ke udara pada perayaan-perayaan hari besar. Namun dalam perkembangannya, roket digunakan manusia sebagai senjata perang untuk membawa bahan-bahan peledak dan diarahkan ke arah musuh. Selain untuk perang, roket juga digunakan untuk kursi penyelamat, kendaraan peluncur untuk Satelit buatan, kendaraan luar angkasa, dan untuk melakukan penelitian ruang angkasa.

Dulu sekali, ketika baru dikembangkan, roket digerakkan berkat hasil pembakaran bahan bakar minyak gas dan oksigen cair. Campuran itu menghasilkan gas panas yang meledak ke bawah dan mendorong roket ke atas. Saat ini, roket sudah dikembangkan menjadi lebih canggih yaitu dapat menggunakan bahan bakar padat maupun bahan bakar cair. Untuk penjelajahan angkasa luar yang tidak terdapat udara maka roket harus membawa sendiri bahan bakar dan oksigen untuk menghasilkan daya doromg yang diperlukan.

Ukuran Roket berbeda dari model kecil yang bisa dibeli sebagai kembang api, atau roket hobi, sampai yang berukuran besar seperti Saturn V yang digunakan untuk program Apollo. Roket terdiri dari berbagai bagian yang menyertainya yaitu:
Hidung (Nose)
Bagian paling depan yang biasanya diisi hulu ledak muatan ilmiah atau peralatan indera/kendali Tabung silindris (cylinder) Badan utama roket yang biasanya diisi bahan bakar dan peralatan bakarnya

Ekor (tail)
Bagian paling belakang berisi saluran sumber pembakaran (nozzle) mekanisme pengendalian

Sirip (fin/stabilizer)
Alat kendali aerodinamik, yang berfungsi sebagai pemberi kemudi maupun kestabilan

Nah, sekarang kalian sudah lebih jelas kan apa itu roket? Coba deh cari tau bagaimana cara kerja roket sehingga dapat meluncur tinggi ke angkasa. Kalian dapat menemukan jawabannya dengan menjelajahi menu-menu lainnya pada website ini loh. Selamat mencari tau…
Read More ->>

Obeng

Ketika mainanmu rusak atau baterai jam dindingmu perlu di ganti, maka kamu harus membuka sekrup yang terdapat pada mainan atau jam dinding tersebut. Bagaimana cara ayahmu membuka sekrup pada mainan atau jam dinding itu? Ya, tentu saja dengan menggunakan obeng. Ayahmu akan meletakkan ujung obeng pada permukaan sekrup yang berlubang dan kemudian memutarnya maka sekrup akan terbuka. Lalu, kenapa terdapat begitu banyak bentuk pada ujung sekrup? Yuks kita cermati penjelasan berikut ini.

Obeng adalah alat untuk memutar sekrup yang digunakan untuk mengencangkan atau melepaskan sekrup. Ada beberapa model obeng yang digunakan di seluruh dunia. Semuanya itu disesuaikan dengan baut yang ingin dipasangkan atau dilepaskan. Ada banyak jenis obeng yang umum digunakan. Bila dilihat dari bentuknya yaitu obeng biasa, obeng offset dan obeng tumbuk (obeng ketok).
Obeng biasa

Obeng biasa terdiri dari tangkai dan bilah obeng. Ada obeng biasa yang tangkai dan bilah obengnya tidak dapat dilepas, namun ada pula yang bilahnya dapat dilepas dan diganti-ganti. Obeng biasa digunakan untuk mengendorkan/mengencangkan sekrup atau baut sesuai ukurannya.



Obeng offset

Obeng offset mempunyai bilah yang sekaligus sebagai tangkainya. Obeng ini memiliki mata pada kedua ujungnya berbentuk kembang/philips (+) atau minus (-). Obeng offset berfungsi untuk mengencangkan baut dangan kepala beralur atau sekrup yang letaknya tidak dapat dijangkau oleh jenis obeng biasa.


Obeng Ketok

Obeng ketok berfungsi untuk mengeraskan atau mengendorkan baut kepala beralur atau sekrup yang momen pengencangannya relatif lebih tinggi. Obeng ini terdiri dari tangkai dan bilah yang dapat dilepas.

Cara menggunakan obeng ketok dengan jalan memukul ujung badan obeng dengan palu sambil tangkai obeng ketok diputar sehingga ujung obeng dapat memutar ke kanan atau ke kiri (mengeraskan atau mengendorkan).

Sedangkan bila dilihat dari segi penampangnya, obeng yang sering digunakan di Indonesia adalah obeng minus (-) dan plus (+). Obeng plus atau biasa disebut blimbing berfungsi memutar skrup atau baut yang berbentuk plus (+) di lubangnya. Obeng minus atau biasa disebut obeng gepeng digunakan untuk memutar skrup atau baut yang berbentuk minus (-) dilubangnya. Jenis obeng lain yang digunakan di negara-negara lain antara lain Torx (bintang segi enam), Hex (segi enam), dan Robertson (kotak).
Read More ->>

Teleskop

Teleskop

Pernahkan kalian keluar di malam hari dan mengamati bintang-bintang yang berkelip di langit? Bintang dan benda-benda langit lainnya jika dilihat dengan mata kita, terlihat begitu jauh dan kecil. Sangat sulit bagi kita untuk melihat dengan jelas keindahan benda-benda langit tersebut. Bisakah melihat bintang, bulan, dan planet lebih dekat dan jelas? Tentu saja bisa, dengan bantuan alat yang bernama teleskop/teropong.
Teleskop adalah alat optik yang digunakan untuk memperbesar benda-benda yang sangat jauh agar bisa terlihat lebih dekat dan jelas oleh mata kita. Teleskop yang merupakan alat paling penting dalam pengamatan astronomi mulai diperkenalkan oleh beberapa ilmuawan pada awal abad ke-17. Istilah teleskop berasal dari bahasa Yunani yaitu tele yang berarti jauh dan skopein yang berarti melihat atau mengamati.

Ilmuwan yang dianggap berjasa dalam penemuan teleskop adalah Galileo Galilei, seorang ilmuwan berkebangsaan Italia. Benda-benda langit/astronomi letaknya sangat jauh, sehingga walaupun sebenarnya cahaya yang dipancarkan benda-benda langit sangat terang, tetapi tetap saja bila dilihat dari Bumi cahaya mereka sangat redup. Oleh karena itu, dengan ditemukannya teleskop maka kita mendapat banyak pengetahuan tentang langit/astronomi yang sebelumnya tidak kita ketahui.

Teleskop sebenarnya hanyalah alat bantu, karena prinsip kerja teleskop itu membantu mata bekerja dalam mengumpulkan cahaya sehingga nampak lebih terang dan dapat diperbesar. Semakin besar diameter teleskop maka semakin banyak cahaya bintang yang dapat dikumpulkan teleskop sehingga benda-benda langit yang kita lihat menjadi lebih terang dan tajam.

Teleskop dibagi menjadi dua kelompok yaitu :
1. Teleskop bias, yang terdiri dari beberapa lensa yang bekerja berdasarkan prinsip pembiasan. Berikut beberapa teleskop bias:

Teleskop bintang
Teleskop bintang atau teleskop astronomi digunakan untuk mengamati benda-benda angkasa luar. Teleskop bintang menggunakan dua buah lensa cembung, masing-masing sebagai lensa obyektif dan lensa okuler. Bayangan yang terjadi pada teleskop ini adalah nyata, terbalik, dan diperbesar.




Teleskop bumi
Teleskop bumi menggunakan 3 buah lensa cembung, yaitu lensa okuler, lensa objektif dan lensa pembalik. Lensa pembalik berguna untuk membalikkan bayangan, sehingga bayangan akhir yang terbentuk menjadi nyata dan tegak tegak terhadap arah benda semula, agar mata tidak cepat lelah.







Teleskop panggung atau teleskop Galilei

Teleskop panggung atau teleskop Galilei menggunakan dua buah lensa, yaitu lensa cembung sebagai lensa objektif dan lensa cekung sebagai lensa okuler. Teleskop ini menghasilkan bayangan akhir yang maya, tegak dan diperbesar.











Teropong prisma

Jika pada teleskop bumi terdapat lensa pembalik, maka pada teleskop prisma terdapat prisma. Prisma-prisma tersebut digunakan untuk membalikkan bayangan dengan pemantulan sempurna. Teropong prisma menggunakan dua prisma siku-siku sama kaki yang disisipkan di antara lensa objektif dan lensa okuler. Bayangan yang terjadi pada teropong ini adalah maya, tegak, diperbesar.




2. Teleskop pantul, yang terdiri dari beberapa cermin dan lensa yang bekerja dengan prinsip pemantulan. Dalam kehidupan nyata, teropong yang paling sering digunakan adalah teropong pantul. Itu karena cermin lebih mudah dibuat dan murah dibandingkan lensa dan cermin lebih ringan dari pada lensa.
Read More ->>

Radar

Radar
Manusia memiliki penglihatan yang sangat terbatas. Kita hanya mampu melihat (jarak pandang) kira-kira kurang lebih sejauh 100 meter. Apalagi jika sedang hujan lebat ataupun kondisi lingkungan yang sedang berkabut, maka jarak pandang kita akan menurun drastis. Nah, untuk mengatasi permasalah tersebut ada sebuah alat yang dapat berfungsi sebagai ’mata’ yaitu yang disebut dengan Radar.
Radar adalah singkatan dari Radio Detection And Ranging yang dalam Bahasa Indonesianya berarti deteksi dan penjangkauan melalui gelombang radio.

Radar merupakan sistem gelombang elektromagnetik yang digunakan untuk mendeteksi, mengukur jarak dan membuat peta benda-benda seperti posisi pesawat terbang, kendaraan bermotor dan informasi cuaca/hujan. Walaupun sedang cuaca buruk seperti hujan lebat dan berkabut, namun dengan menggunakan radar,  informasi berupa jarak dan kecepatan suatu obyek dari posisi radar masih bisa didapatkan. Selain itu, radar dapat melihat obyek pada jarak yang sangat jauh (ratusan kilometer).
Radar dipasang berdasarkan kegunaannya, ada yang dipasang di pinggir pantai, di bandara, di kapal, di pesawat udara, di atas mobil, di atas panser, dan di tempat-tempat yang dirahasiakan. Oh iya, radar terdiri dari beberapa bagian yang mempunyai fungsinya masing-masing loh, yaitu:
1. Antena
Antena yang terletak pada radar berbentuk piring parabola dan merupakan suatu antena pemantul.
2. Pemancar sinyal (Transmitter)
Transmitter berfungsi untuk memancarkan gelombang elektromagnetik melalui antena pemantul agar sinyal objek yang berada pada daerah tangkapan radar dapat dikenali.
3. Penerima sinyal (Receiver)
Receiver berfungsi untuk menerima pantulan kembali gelombang elektromagnetik dari sinyal objek yang tertangkap radar melalui antena pemantul.
Kegunaan Radar
Ternyata radar memiliki banyak fungsi loh, diantaranya adalah untuk keperluan:
1. Militer
Radar digunakan oleh militer untuk mendeteksi pesawat terbang lain dan untuk pertahanan dan penyerangan di udara.
2. Kepolisian
Radar digunakan  oleh kepolisian untuk mendeteksi kecepatan kendaraan bermotor di jalan.
3. Penerbangan
Untuk keperluan penerbangan, radar digunakan pada Air Traffic Control (ATC) yang merupakan kendali lalu lintas udara untuk  mengatur kelancaran lalu lintas udara bagi pesawat terbang yang akan lepas landas, ketika terbang di udara maupun ketika akan mendarat. ATC juga berfungsi memberikan layanan informasi bagi pilot tentang cuaca, situasi dan kondisi bandara yang sedang dituju.
4. Cuaca
Untuk keperluan cuaca, radar digunakan untuk mendeteksi intensitas curah hujan dan cuaca buruk seperti adanya badai dan untuk mendeteksi kecepatan dan arah angin.
5. Pelayaran
Dalam bidang pelayaran, radar digunakan untuk mengatur jalur perjalanan kapal agar setiap kapal dapat berjalan dan berlalu lalang di jalurnya masing-masing dan tidak saling bertabrakan, sekalipun dalam cuaca yang kurang baik, misalnya cuaca berkabut.
Read More ->>

Penemuan Kaca Mata

Coba bayangkan jika kamu atau temanmu yang mempunyai gangguan penglihatan (minus/ plus) tidak menggunakan kacamata. Wah, pasti akan sulit yah untuk melihat benda-benda yang jauh/ dekat. Kacamata merupakan salah satu penemuan terpenting dalam sejarah kehidupan umat manusia. Seperti apa sih, asal mula ditemukanya kacamata? Yuk kita cari tahu…
Peradaban Islam telah mengenal dan menemukan lensa lebih awal tiga ratus tahun dibandingkan masyarakat Eropa. Lensa juga dikenal pada beberapa peradaban seperti Romawi, Yunani, Hellenistik dan Islam. Pada waktu itu, lensa-lensa tersebut tidak digunakan untuk perbesaran, tapi untuk pembakaran. Caranya dengan memusatkan cahaya matahari pada fokus lensa/titik api lensa.
Kacamata pertama kali ditemukan sekitar 3000 tahun yang lalu oleh bangsa di kota tua Niniwe, dimana pada waktu itu fungsinya adalah sebagai kaca pembesar. Bahan yang digunakan juga bukanlah lensa kaca melainkan batu Kristal. Perkembangan kacamata kemudian baru melesat pada abad XII di Cina dan Eropa. Ketika itu, Bangsa Yunani kuno menggunakan bola kaca berisi air sebagai kaca pembesar.
Kemudian pada tahun 1268 Roger Bacon, seorang  ilmuan berkebangsaan Inggris, menemukan kacamata baca. Dan pada tahun 1300-an kacamata mulai diproduksi dengan pusat pembuatan di Venesia. Tapi kacamata saat itu belum seperti sekarang. Kualitas lensanya sederhana, dan pemakaiannya juga merepotkan.
Berbagai macam percobaan dilakukan untuk menemukan cara terbaik dan teraman mengenakan kacamata. Ada yang memasang lempengan logam panjang yang dipasang mulai dari batang hidung hingga kebagian tengah kepala lalu turun ke bagian leher. Ada yang memasang rantai kecil pada kedua sisi kacamata dan diikatkan dibagian belakang kepala, seperti kacamata renang, ada lagi yang mengaitkan kacamata pada topi. Ada yang ditempelkan di batang hidung sehingga si pemakainya harus terus memeganginya. Hingga pada akhirnya pada tahun 1727, tercetuslah ide untuk memasang tangkai sehingga kacamata dapat dikaitkan di telinga.
Perkembangan selanjutnya, pada tahun 1784 Benjamin Franklin berhasil menemukan kacamata bifokus, yang memiliki lensa cembung dan lensa cekung dalam satu bingkai. Hingga tahun 1884 masih juga dihasilkan lensa bifokus yang dibuat dari potongan-potongan, meski sudah berperekat. Barulah pada tahun 1908 dan 1910 dikenal lensa cembung cekung yang benar-benar menyatu dalam satu lensa.
Kacamata abad 18
Materi lensa pun turut berkembang, yang mula-mula dari kuarsa,selanjutnya dibuatlah lensa kaca. Pada tahun 1970 ditemukan lensa bahan plastik sebagai bahan lain untuk pembuatan lensa kacamata. Akhirnya semakin banyak orang yang menggunakan kacamata dan kacamatapun berkembang dengan berbagai jenis model framenya.
Read More ->>

Penemuan Mouse

Mungkin kita sudah sangat akrab dengan benda yang namanya mouse komputer. Mouse atau dalam Bahasa Indonesia disebut Tetikus, merupakan salah satu alat masukan atau alat input yang berfungsi untuk memudahkan kita dalam memilih dan memilah menu yang ada pada monitor selain menggunakan papan ketik/keyboard. Namun tahukah kamu, bagaimana asal mulanya mouse ini ditemukan?? Jawabannya ada di sini nih..
Kalian pasti bertanya-tanya, mengapa dinamakan “mouse” ya? Menurut sejarah, disebut “mouse” karena kabel yang berada pada mouse tersebut mirip seperti ekor tikus. Coba deh perhatikan..benar kaan?? Oh iya, dulu belum banyak orang yang menggunakan komputer. Jadi hanya orang-orang tertentu saja yang bisa menggunakan komputer karena memerlukan keaahlian khusus. Oleh karena itu, mouse sangat membantu para pengguna komputer ketika itu karena kenyamanan yang diperoleh saat menggunakannya yaitu dengan menggunakan tangan.
Mouse diperkenalkan pertama kali oleh Douglas Engelbart dari Stanford Research Insitute pada tahun 1963. Pada waktu itu, mouse terbuat dari bahan dasar kayu dan hanya mempunyai satu tombol. Kemudian model kedua muncul dan sudah dilengkapi dengan 3 tombol. Pada tahun 1970, Douglas Engelbart memperkenalkan mouse yang diberi nama X-Y Position Indicator (indikator posisi X-Y). Mouse ini berukuran sangat besar, dan menggunakan dua buah roda yang saling tegak lurus untuk mendeteksi gerakan ke sumbu X dan sumbu Y pada komputer.
Perkembangan mouse selanjutnya dilakukan oleh Bill English pada awal tahun 1970. Mouse ini menggunakan bola berputar kesegala arah yang melahirkan mouse tipe trackball, yaitu mouse terbalik dimana pengguna menggerakkan bola dengan jari. Mouse bola ini harus sering dibersihkan karena banyak debu yang menempel pada bolanya yang dapat menghambat pergerakan dari bola tersebut.
Kemudian mouse berkembang menjadi lebih modern dengan menggunakan sinar optikal untuk mendeteksi gerakan. Mouse optikal pertama kali dibuat oleh Steve Kirsch dari Mouse Systems Corporation. Mouse optikal lebih unggul dari mouse bola karena ringan, mudah dalam perawatan dan penggunaannya. Mouse optikal pertama hanya dapat digunakan pada alas (mousepad) khusus yang berwarna metalik bergaris-garis biru–abu-abu. Namun mouse optikal saat ini dapat digunakan hampir disemua permukaan padat dan rata, kecuali permukaan yang memantulkan cahaya.
Dan jenis mouse yang paling modern adalah yang berteknologi laser. Mouse ini pertama kali diperkenalkan oleh Logitech, perusahaan mouse terkemuka yang bekerja sama dengan Agilent Technologies pada tahun 2004, dengan nama Logitech MX 1000. Logitech mengaku bahwa mouse laser ini memiliki tingkat ketepatan 20 kali lebih besar dari mouse optikal. Meskipun sudah sangat canggih, namun mouse jenis ini belum banyak yang mempergunakan, mungkin karena harganya yang masih relatif sangat mahal.
Dari awal ditemukannya yang berbahan dasar kayu hingga saat ini yang telah berteknologi modern, jumlah tombol mouse tidak pernah berubah. Semua mouse memiliki tombol satu sampai tiga buah. Beberapa mouse modern juga memiliki sebuah roda (whee)l untuk memudahkan scrolling. Mouse modern juga sudah banyak yang tanpa kabel, yaitu dengan menggunakan teknologi wireless seperti infra merah, gelombang radio ataupun bluetooth.
Nah, sekarang kamu sudah tahu kan, bagaimana perkembangan mouse dari awal ditemukannya hingga sekarang ini yang telah begitu canggih. Coba amati mouse yang sedang kamu pegang, kira-kira termasuk yang mana ya??
Read More ->>
Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

About Me